22/03/2015

#WorldWaterDay setelah #InternationalForestDay

Tetiba admin merasa perlu untuk beropini, ya, hanya sekadar beropini, mengenai 'kedekatan' Hari Air Sedunia, yang berlangsung pada hari ini, dengan Hari Hutan Internasional, yang berlangsung kemarin, 21 Maret 2015.

Terlepas dari apa yang melatarbelakangi para pencetus kedua peringatan tersebut, kita sadar, ataupun tidak, air dan hutan memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tanpa hutan, maka air tidak akan mampu tersimpan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak.

Bagi kawan-kawan yang hampir tiap hari melalui Tol Jagorawi, tentunya sering melihat mobil tangki air yang hilir mudik Bogor - Jakarta. Pernahkah terbersit dalam benak kawan-kawan, dari mana air itu berasal?

Nah, kebetulan admin pernah menelusurinya. Sebagian mobil tangki air itu mengisi air di wilayah sekitar kaki Gunung Salak, seperti Ciapus, Ciomas, Sukamantri, Cihideung, dan sekitarnya.

Sekarang, did you get the point? Yup, Gunung Salak adalah salah satu bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dengan vegetasi hutannya yang masih cukup baik. Vegetasi hutan yang baik inilah yang mampu menyimpan air dan kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk segala keperluan mereka, dan juga ada pula yang memperdagangkannya.

Itu hanya salah satu contoh. Banyak contoh lain yang bisa kawan-kawan temukan sendiri.

Nah, karena kampanye WorldWaterDay tahun ini bertajuk #WaterIs, bagi admin, #WaterIs A Product of Forest

0 komentar:

Post a Comment