16/04/2014

UIN Minta Kelola Situ Kuru

Kondisi Situ Kuru atau Situ Legoso di Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) dari tahun ke tahun semakin kritis. Dari luas awal 4,8 hektar, pada 2010 lalu tercatat hanya 1,1 hektar, dan kini luasnya hanya tersisa 7000 meter persegi.

Pantauan di lokasi, bangunan beton, sampah hingga berbagai alat rumah tangga, menjadi penghias situ yang lokasinya tepat berada di belakang kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu. Belum lagi, kondisi air di lokasi juga terlihat hitam pekat, menandakan air situ sudah tercemar limbah. Atas kondisi tersebut, pihak UIN Syarif Hidayatullah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PU, untuk mendapat otoritas mengelola Situ Kuru. Pasalnya, saat ini pengelolaan situ berada di Ditjen SDA Kementerian PU.

“Luasnya semakin menyusut dan kondisinya semakin mengkhawatirkan. Kami siap jika memang diberi kewenangan untuk mengelola Situ Kuru ini,” kata Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Yayan Sofiyan kepada Banten Raya. Yayan mengaku, pihak UIN sudah beberapa kali melakukan rapat dengan pihak BBWSCC untuk membahas masalah di Situ Kuru. Bahkan saat itu, kata Yayan, pihak BBWSCC siap menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi Situ Kuru, yang kini kondisinya semakin dangkal. “Dari hasil keputusan itu, sampai saat ini tidak pernah berlanjut atau tidak ada realisasinya. Maka itu, kami dengungkan lagi soal rencana kami yang meminta otoritas pengelolaan Situ Kuru ini kepada pemerintah,” tegas Yayan.

UIN Syarif Hidayatullah, diakui Yayan siap mengelola Situ Kuru dan menjadikan Situ Kuru ke khitahnya, daerah resapan. “Kami juga siap menjadikan Situ Kuru itu sebagai hutan kota. Nantinya, pembenahan akan dilakukan dengan menggunakan dana CRS (Corporate Social Responsibility),” Yayan menambahkan. Beberapa waktu lalu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komarudin Hidayat mengaku  kuantitas air tanah di kawasan sekitar Situ Kuru, termasuk kawasan UIN semakin berkurang. Hal ini menurutnya terjadi lantaran kondisi Situ Kuru yang semakin kritis.

“Kondisi situ semakin kritis. Sebenarnya, kami dari pihak kampus sangat berkepentingan sekali dengan penyelamatan situ, selain baik dampaknya buat kampus, tentu sangat tepat dengan program tata ruang wilayah daerah setempat,” imbuhnya. Komarudin mengaku, UIN Syarif Hidayatullah juga siap membantu pemerintah dalam melakukan konservasi alam dan juga revitalisasi resapan air di lingkungannya. Bantuan pemikiran juga siap dilakukan UIN dalam hal perancangan wilayah sekitar kampus yang kini sudah mulai tidak tertata. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah dalam melestarikan Situ Kuru,” demikian Komarudin.(iwan)

Sumber:
Banten Raya

1 comment: