05/03/2014

Pentingnya Melestarikan Sumber Daya Air Bersih untuk Masa Depan - Bagian 2

Hal-hal yang dapat kita dilakukan sebagai solusi kelangkaan air bersih yaitu:
a). Konservasi air. Pada tahun 2005, Presiden SBY dalam peringatan Hari Air Sedunia telah mencanangkan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA). Gerakan ini terdiri dari 6 aspek yaitu Rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi sumber daya air; Penataan ruang, pembangunan fisik, pertanahan dan kependudukan; Pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air; Penghematan penggunaan dan pengelolaan permintaan air; Pengendalian daya rusak air; Pendayagunaan sumber daya air secara adil, efisien, dan berkelanjutan. Namun, segala upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan ada artinya tanpa disertai partisipasi secara menyeluruh dari komponen masyarakat.
b). Perubahan perilaku masyarakat terhadap air. Perilaku negatif masyarakat terhadap sumber daya air bersih dituding menjadi akar masalah dari krisis air bersih yang melanda pada saat ini. Perlu adanya kesadaran yang dimulai dari dari diri sendiri untuk turut serta dalam menjaga kelestarian persediaan air bersih. Tindakan nyata yang dapat kita lakukan dan dari diri sendiri, diantaranya:
  • Menghemat penggunaan air untuk keperluan sehari-hari. Misalnya dengan tidak membiarkan air yang menetes secara percuma dari keran atau toilet yang bocor, menampung air yang masih bisa digunakan untuk hal lain seperti menyiram tanaman, menggunakan mesin cuci yang irit penggunaan air, mandi menggunakan shower karena penggunaan shower 3x lebih hemat daripada dengan menggunakan gayung, atau mematikan air keran ketika menggosok gigi.
  • Melakukan penghijauan mulai dari lingkungan rumah, karena dengan adanya tanaman dan pohon terbukti dapat mempercepat peresapan air oleh tanah. Dapat dibayangkan jika setiap rumah di Indonesia menanam satu pohon maka akan terdapat jutaan pohon dala waktu singkat.
  • Menghentikan untuk membuang sampah secara sembarangan dan membuang limbah domestik maupun detergen pada sumber air baku. Saling menjaga dan mengingatkan untuk selalu melestarikan sumber daya air bersih.
  • Melakukan sosialisasi tentang perlunya menjaga kelestarian persediaan air bersih. Sosialisasi pada saat ini dapat dengan mudah kita lakukan melalui social media seperti twitter, facebook atau blog. Dengan media tersebut kita dapat turut serta berperan aktif untuk mendukung program pelestarian sumber daya air bersih dengan memberikan edukasi pada masyarakat.
c).  Normalisasi fungsi sungai dan hutan.
Salah satu penyebab utama kelangkaan air bersih karena rusaknya kondisi sungai dan hutan di Indonesia. Perlu adanya usaha reboisasi secara besar-besaran terhadap hutan, hal ini berfungsi untuk menciptakan daerah resapan air, meningkatkan cadangan air tanah dan memperkuat daya ikat air tanah. Perlu juga pelestarian terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) karena saat ini banyak DAS yang dijadikan pemukiman dan tempat pembuangan sampah sehingga terjadinya penyempitan aliran sungai. Selain menyebabkan krisis air bersih, hal ini juga mengakibatkan banjir di musim hujan.
d). Manajemen pengelolalan air yang baik. Peraturan tentang air tanah telah ada sejak lama, namun kondisi di lapangan membuat peraturan tersebut seringkali dilanggar oleh masyarakat atau pelaku industri. Oleh karena itu perlu adanya tindakan tegas dan sanksi bagi pelaku yang menyebabkan kerusakan pada sumber daya air bersih. Selain itu perlu adanya adaptasi teknologi baru dan peningkatan pelayanan dari PAM/PDAM dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat.
Kelangkaan untuk mendapatkan air bersih telah menjadi ancaman bagi masyarakat khususnya di kota besar, air sehat yang bebas dari limbah beracun dan bakteri semakin sulit untuk didapatkan. Oleh karena itu, sangat jarang kita sebagai warga Indonesia untuk minum air langsung tanpa dimasak karena kekhawatiran air tesebut tidak sehat sehingga berdampak buruk bagi tubuh.
Sumber: emfajar.net

0 komentar:

Post a Comment