27/02/2014

Pentingnya Melestarikan Sumber Daya Air Bersih untuk Masa Depan - Bagian 1

Masih teringat oleh saya ketika dulu berkunjung ke rumah saudara yang berada di Provinsi Riau tepatnya di Duri, di daerah tersebut sangat sulit untuk memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi dan mencuci, hal itu disebabkan karena air tanah diperoleh dari dalam tanah pasti tercampur dengan minyak. Daerah Duri di Riau memang terkenal sebagai salah satu tambang penghasil minyak bumi di Indonesia. Cadangan minyak bumi yang melimpah tersebut ternyata memiliki dampak negatif bagi persediaan air bersih karena warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih dari tanah karena bercampur minyak maupun dari sungai yang kadar asamnya tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut maka warga menyiasatinya dengan menampung air hujan, namun di musim kemarau warga pun terpaksa untuk membeli air bersih.

Permasalahan krisis air bersih di Indonesia tidak hanya terjadi pada satu daerah saja namun di beberapa daerah di Indonesia juga sering mengalami kelangkaan air bersih. Dilihat dari peta bumi dan geografinya, Indonesia seharusnya tidak terlalu khawatir terhadap krisis air bersih karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan, sekitar enam persen persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik dimiliki oleh Indonesia. Ratusan sungai dan danau tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, diperkirakan bahwa cekungan air yang terdapat di Indonesia sebesar 308 juta meter kubik. Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa pada saat ini di Indonesia banyak terjadi krisis air bersih terutama di kota-kota besar? Hal ini terjadi disebabkan oleh berkurangnya potensi ketersediaan air bersih, yang dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan sebesar 15%-35% per kapita setiap tahunnya (Indonesia Natural Environment Status Book, 2009).

Kelangkaan air bersih yang disebabkan oleh berkurangnya potensi ketersediaan air bersih secara signifikan makin diperparah dengan lonjakan jumlah penduduk yang mendorong konsumsi air bersih meningkat drastis, terutama yang terjadi di kota-kota besar. Penyebab dari berkurangnya potensi air bersih bisa disebabkan oleh banyak hal, faktor alami seperti terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau semakin panjang dan faktor manusia seperti pencemaran serta konsumsi air bersih secara berlebihan. Krisis air bersih yang terjadi telah mengakibatkan sebagian besar penduduk di berbagai kota Indonesia terpaksa mengkonsumsi air minum yang tercemar bakteri E Coli dan Coliform (menurut laporan USAID).

Untuk mendapatkan akar masalah dari berkurangnya potensi air bersih, terlebih dahulu dirumuskan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya, di antaranya:

1. Perilaku manusia. Sebagian besar masyarakat masih merasa acuh terhadap ketersediaan air bersih dan sumbernya, masyarakat masih menganggap air bersih sebagai hal biasa yang disediakan secara alami oleh alam. Berbagai aktifitas sehari-hari dilakukan pada sumber air baku (sungai) seperti mandi, cuci, kakus, bahkan sungai dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah terbesar dan gratis. Masyarakat juga masih menganggap ketersediaan air bersih hanyalah tanggung jawab pemerintah, belum timbulnya kesadaran dan rasa memiliki bagi masyarakat bahwa menjaga ketersediaan air bersih merupakan tanggung jawab bersama.  

2. Kerusakan lingkungan yang semakin parah. Kelangkaan air bersih lazim disebabkan karena berkurangnya daerah resapan air dan daya ikat air tanah yang terjadi akibat penggundulan hutan secara besar-besaran tanpa adanya upaya reboisasi. Global warming juga mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dan meningginya air laut, hal ini sebagian besar disebabkan oleh pencemaran udara oleh pabrik dan kendaraan bermotor. Rusaknya potensi air bersih juga diakibatkan oleh pencemaran pada sumber air bersih, banyak sungai, danau dan mata air dijadikan tempat pembuangan kotoran dan limbah domestik.  

3. Meningkatnya jumlah populasi penduduk. Meningkatnya jumlah penduduk terutama di perkotaan tidak diikuti dengan bertambahnya sumber potensi air bersih, masyarakat menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa mempertimbangkan kelangsungan ketersediaan air bersih tersebut di masa depan.

4. Manajemen pengelolaan sumber daya air bersih yang belum baik. Kurangnya tindakan tegas dan sanksi dari pemerintah bagi pelaku pengrusakan dan pencemaran sumber daya air bersih. Sedikitnya aturan yang mengatur penggunaan air bagi irigasi pertanian yang kurang efisien dan ekploitasi air bersih yang tidak proporsional oleh pelaku industri. Sedikitnya perhatian yang diberikan pemerintah terhadap kelangsungan ketersediaan air bersih seperti membangun sistem resapan air, sistem pemanen hujan, dll.

Dari beberapa rumusan masalah tersebut, sebagian besar dari masalah kelangkaan air bersih yang saat ini terjadi disebabkan oleh perilaku dari manusia baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara individu maupun kolektif, baik secara sadar maupun tidak sadar. Tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan ketersediaan air bersih untuk masa depan, yaitu dengan merevitalisasi secara menyeluruh terhadap sumber potensi air bersih dan melakukan perubahan perilaku sosial terhadap air.

Sumber: emfajar.net

0 komentar:

Post a Comment