17/06/2013

Pesta Rakyat Situ Bungur, Berkah Buat Penjual Makanan Tradisional

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur tak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelaku penggiat lingkungan yang dilakukan oleh para anggota 'Forum Silaturahmi Under Child' dalam misinya melestarikan ekosistem yang terkandung dalam kawasan Situ Bungur serta lingkungan sekitarnya. Namun lebih dari itu, Pesta Rakyat Situ Bungur juga merupakan berkah bagi warga setempat dalam halam hal mendulang rejeki berupa rupiah.


Sebut saja Imas, penjual makanan tradisional berupa kerupuk kuning dan opak dengan bahan dasar dari ubi singkong ini, kebanjiran job. Pasalnya, jika sehari - harinya Imas harus keliling jalan kaki menyusuri jalan sepanjang kelurahan Pondok Ranji hingga ke wilayah Kelurahan Rempoa, namun kali ini, wanita berumur 46 tahun ini cukup nongkrong di dekat tenda stand jajanan yang telah di sediakan panitia. Bahkan Imas mengaku sudah 3 kali bolak - balik ke rumahnya untuk mengambil kerupuk kuning serta sambal kacang yang memang pasangan serasi untuk bumbu kerupuk kuning tersebut.

"Dari jam 8 pagi saya mangkal disini. Dibandingkan Sabtu kemarin, hari ini lumayan penjualannya meningkat," ungkap Imas kepada beritatangsel.com sambil melayani pembeli.

Imas menambahkan, meningkatnya penjualan kerupuk kuning miliknya di lokasi festival menjadi berkah tersendiri buat dirinya. Jika sehari - hari dirinya menjajakan dagangannya hanya mendapatkan untung Rp.50 ribu dari plastik yang berisi 30 kerupuk kuning, namun kali ini Imas mampu menjual kerupuk kuning hampir 100 buah.

"Kerupuk kuning ini timpalannya sama lontong dan bakwan. Tapi lontongnya keburu habis, kerupuknya juga sudah mau habis lagi nih," terang Imas.

Ya, festival Pesta Rakyat Situ Bungur telah membawa berkah bagi pedagang makanan tradisional seperti yang dilakoni Imas. Selain Imas, masih ada beberapa pedagang makanan tradisional yang memenuhi pinggiran jalan menuju Situ Bungur hari Sabtu dan Minggu kemarin (15-16/6).

"Khusus untuk pedagang makanan tradisional, itu menjadi prioritas kita dalam festival ini. Hal ini agar masyarakat tetap mengingat makanan khas daerah agar tidak tergerus dengan jajanan modern yang kini terus menjamur," papar lurah Pondok Ranji, H. Mukroni. SE. Msi usai memeriksa stand makanan tradisional hasil karya warga setempat.(Ky/H)

Sumber: 

0 komentar:

Post a Comment