17/06/2011

3 Situ Tangsel Hilang

Memperingati Hari Lingkungan Hidup dan terkait ancaman keberadaan situ (danau), Badan Lingkungan Hidup  Kota Tangerang Selatan (BLH Tangsel) mengadakan kegiatan bersih Situ. Kegiatan yang diberi nama “Lestari Situ-ku, Lestari Sungai-ku” ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi situ di Tangsel. "Beberapa tahun silam Kota Tangsel memiliki 12 situ, saat ini tiga di antaranya telah hilang. Situ Teratai, Bojong, dan Situ Badak telah hilang. Saat ini, Pemkot Tangsel beserta dinas terkait tengah berupaya untuk menjaga sembilan situ lainnya di Tangsel. Kami akan melakukan penganggaran untuk perbaikan situ dari APBD,” ujar Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diani, Kamis (16/6).

Sebelumnya, Pemkot telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,9 miliar untuk pengerukan sampah dan pembuatan jogging track. Namun pemanfaatannya belum optimal. Perihal tanggung jawab perbaikan dan perawatan situ, itu menjadi wewenang pemerintah pusat. “Pemkot juga harus terus bekerja sama untuk menjaga keberadaan situ. Nantinya situ akan dijadikan simbol Kota Tangsel,” tambahnya.

Dikatakan kegiatan ini bermaksud untuk mengaplikasikan apa yang telah diamanahkan Undang-undang. “Kita ingin menerapkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Undang-undang Nomor 32 tentang lingkungan hidup,” ujar Kepala BLH, Toto Sudarto, Kamis (16/6).

Toto menjelaskan Situ Sasak Tinggi Pamulang menjadi tempat pertama kegiatan ini. Saat ini pihaknya tengah mengadakan pemantauan pada situ tersebut. “Tak hanya pemantaun, kami juga melakukan penanaman bibit pohon, penyebaran bibit ikan, dan melakukan pengujian kualitas air,” jelasnya.

Pada Situ Sasak, lanjut Toto, saat ini kondisi situ telah mengalami penurunan kondisi. Selain itu luas situ yang diperkirakan mencapai 20 hektare saat ini kemungkinan luasnya juga berkurang menjadi 13 hektare. Ini akibat alih fungsi lahan. (tri budi)

sumber: Tangsel Raya

0 komentar:

Post a Comment