25/05/2011

Warga Tangsel Desak Pemkot Fungsikan Seluruh Situ

Warga dan masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Pemkot setempat maupun DPRD untuk mengembalikan fungsi seluruh situ yang ada. Pasalnya, ada dua situ yaitu Situ Ciatap dan sebagian kawasan Situ Gintung yang sudah berubah fungsi menjadi perumahan penduduk dan lainnya.

“Keberadaan situ atau danau tentunya sangat penting bagi perkembangan wilayah kota maupun pemukiman selain sebagai cadangan air atau resapan air juga bisa mengatasi banjir lokal,” kata Ny. Heriawan, warga Pamulang, Selasa (24/5).

Paling tidak ada upaya untuk mempertahankan kondisi dan keberadaan situ tersebut sehingga sebagai salah satu daerah pinggir yang juga dapat dijadikan kawasan resapan air tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurut dia, sangat disayangkan kalau Pemkot Tangsel hanya diam saja menghadapai berbagai persoalan yang menyangkut lingkungan hidup khususnya untuk mempertahankan situ yang ada sebagai salah satu lokasi resapan air atau kantong air dimusim kemarau.

Adanya dua situ dari 11 situ yang berubah fungsi karena dipergunakan untuk pembangunan perumahan atau pemukiman warga, diakui Kepala Bidang Lingkungan Hidup (KLH) Gugus Alam Nalar Ekosistem Pemuda dan Pemudi (Ganespa) Tangsel R. Dian W dan Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) setempat Liserni.

Sekarang memang tinggal Sembilan situ yang masih berfungsi karena dua situ kini terkikis dan kalah dengan perkembangan pembangunan kota,” ujarnya yang mengaku dikhawatirkan jika tak diantisipasi keberadaan situ di Tangsel secara bertahap bakal berkurang.

Ke sembilan situ antara lain Situ Gintung, Situ Parigi, Situ Sasak Tinggi, Situ Pamulang, Situ Legoso, Situ Pondok Jagung, Situ Parigi, Situ Bungur, dan Situ Rompang yang semuanya masih berfungsi sebagai kantong air, resapan air dan berfungsi sebagai pengairan sawah warga sekitar. “Dua situ yang sebagian hilang luasnya antara lain Situ Ciantap dan Situ Gintung,” tuturnya.

Ditambahkan Liserni, kepekaan dan kepedulian warga terhadap situ belakangan memang berkurang sehingga banyak kawasan situ yang dipergunakan untuk membuang sampah atau puing serta lainnya yang membuat situ semakin menyusut dan dangkal yang kemudian secara bertahap didirikan bangunan atau lainnya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diah didampingi Kabag Humas setempat Alpahnaja, meminta semua jajarannya hendaknya mendata kembali keberadaan 11 situ yang ada di Tangsel agar tak hilang secara perlahan.

“Situ itu harus dipertahankan untuk kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya. “Untuk dua situ yang dikabarkan menyusut harus didata lagi jika perlu dikembalikan fungsinya serta dipertahankan lahan yang berkaitan dengan situ.”

Mengantisipasi kondisi situ semakin parah, perlu digalakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup guna memberikan pemahaman untuk menjaga situ secara seutuhnya untuk keselamatan bersama baik ekosistem yang ada seperti hewan air, ikan maupun dampaknya terhadap masyarakat luas, katanya.

sumber: Poskota.co.id

0 komentar:

Post a Comment